6 Komponen Penting Pembentuk AC yang Harus Kamu Tahu

Oleh: | Update: | 2 Komentar | 3 menit baca
RANGKUMAN
AC adalah teknologi penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat cuaca panas. Artikel ini menjelaskan komponen utama AC yang membuatnya berfungsi dengan baik, seperti kondensor yang membuang panas, pipa kapiler yang mengatur tekanan, kompresor yang memompa freon, evaporator yang menyerap panas, ekspansi valve yang mengatur aliran freon, dan kipas untuk sirkulasi udara. Memahami komponen ini penting agar AC tetap optimal. Jika ada kerusakan, segera hubungi profesional untuk perbaikan.

Saat tidur, kamu menggunakan AC. Saat bekerja di kantor, kamu pasti menghidupkan AC. Saat kuliah atau sekolah kamu pasti ada AC juga. AC atau air conditioner memang telah menjadi teknologi yang sangat dibutuhkan oleh manusia, terlebih lagi saat siang hari saat matahari sedang terik. Karena itulah, AC sepertinya akan menjadi teknologi yang paling laku dijual untuk beberapa tahun ke depan.

Prinsip kerja dari mesin pendingin ruangan ini adalah dengan menyedot udara dari luar dan mendinginkannya kemudian dimasukkan ke dalam ruangan. Untuk bisa bekerja dengan baik, AC dipasang beberapa komponen penting. Apa sajakah komponen tersebut hingga AC bisa menyala dan mendinginkan ruangan?

Komponen AC yang Harus Diketahui

Kondensor

Apa itu kondensor? Kondensor adalah mesin yang membuang panas atau dengan kata lain, kondensor sangat berjasa dalam proses pendinginan yang dilakukan oleh AC. Alat ini biasanya terdapat di bagian luar AC dan dibuat berliku-liku agar bisa membuat panas dengan efisien.

Kondensor harus mampu membuang panas pada udara luar dengan cepat sehingga mesin ini selalu bekerja dengan keras untuk menurunkan suhu dalam ruangan. Komponen ini juga berhubungan langsung Freon, di mana kondensor akan membawa hawa dingin dari freon tersebut.

Pipa Kapiler

Meskipun hanya sebuah pipa penghubung tetapi, pipa kapiler ini memiliki peran yang sangat penting. Fungsi pipa ini adalah menghubungkan dua bagian dengan tekanan yang sangat berbeda, yaitu bagian bertekanan tinggi dan bagian yang bertekanan rendah. Pipa kapiler juga harus mampu menurunkan tekanan dari tinggi menjadi rendah dengan sangat cepat.

Pipa inilah yang akhirnya mampu membuat udara yang sejuk hingga akhirnya kamu bisa menikmati tidur yang nyenyak. Bila pipa kapiler mengalami sedikit saja kebocoran, sistem kerja AC pasti akan terputus.

Kompresor

Kompresor ibaratkan sebagai sebuah jantung bagi AC karena alat ini yang akan memompa bahan pendingin hingga akhirnya bisa kamu nikmati. Kompresor juga sangat berguna dalam membentuk dua tekanan yang berbeda antara yang dingin dan panas. Kompresor AC harus menggunakan oli yang khusus agar dapat bekerja dengan baik.

Cara kerja kompresor adalah dengan mengisap freon dan kemudian disalurkan dalam bentuk cair yang memiliki temperatur yang panas ke dalam bagian kondensor. Kemudian kondensor yang akan mendinginkan suhu tersebut.

Evaporator

Fungsi utama dari komponen ini adalah menyerap panas udara yang mengalir ke dalam tempat pendinginan yang melalui pipa kapiler. Evaporator yang membuat AC bekerja dengan sistem sirkulasi udara. Evaporator akan menyerap udara dan kemudian mengeluarkan panas dari udara tersebut dan hanya mengambil bagian dingin dari udara tersebut saja.

Ekspansi Valve

Ekspansi Valve adalah sebuah saluran yang menjadi tempat mengalirnya freon menuju evaporator untuk diproses. Komponen yang satu ini juga berfungsi untuk mengatur banyaknya jumlah freon yang akan mengalir ke evaporator. Fungsi lain dari ekspansi valve yang tidak kalah penting adalah mengubah freon cari ke dalam bentuk gas dingin hingga akhirnya terserap.

Kipas

Jika kamu memperhatikan, AC memiliki dua bagian yang terletak di dalam ruangan dan di luar ruangan. Kipas terletak di bagian yang ada di luar ruangan dan berguna untuk melakukan sirkulasi udara dan membantu fungsi dari evaporator. Itulah beberapa komponen penting dalam AC yang harus kamu ketahui. Bila salah satu komponen tersebut rusak maka, AC tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Jika ada komponen AC kamu yang rusak, kamu bisa menghubungi cv Astro.com untuk melakukan

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan :

Photo of author

Dealer AC Daikin by CV. Astro

Hi sobat, Perkenalkan AC Daikin Team by CV. ASTRO. Kami merupakan salah satu dealer resmi AC Daikin di Bali. Menawarkan produk dan layanan berupa pengadaan unit, pemasangan, perawatan, dan perbaikan AC Daikin. Fast respon untuk konsultasi dan order, WhatsApp: 08-787878-2773

Tinggalkan Komentar


2 Komentar di “6 Komponen Penting Pembentuk AC yang Harus Kamu Tahu”

    1. Selamat pagi! Jawabannya adalah Ya, semua unit AC Daikin 1 PK (baik tipe Standard maupun Inverter) memiliki termistor udara.

      Termistor udara adalah komponen vital yang berfungsi sebagai “hidung” atau sensor suhu bagi AC. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai letak dan fungsinya pada unit Daikin Anda:

      • Letak Komponen: Termistor udara biasanya terletak di unit indoor, tepat di depan kisi-kisi evaporator. Jika Anda membuka panel depan dan melepas filter, Anda akan melihat kabel kecil dengan ujung berwarna hitam atau menonjol yang dijepit pada plastik di permukaan evaporator.
      • Fungsi Utama: Komponen ini bertugas mendeteksi suhu udara ruangan yang masuk ke dalam unit indoor (return air). Data suhu ini kemudian dikirim ke modul (PCB) untuk menentukan apakah kompresor harus bekerja penuh, melambat (pada tipe Inverter), atau mati (pada tipe Standard) karena suhu target sudah tercapai.
      • Dua Jenis Termistor di Indoor: Perlu diketahui bahwa biasanya ada dua sensor dalam satu rangkaian kabel pada indoor AC Daikin:
        1. Termistor Udara (Room Sensor): Mengukur suhu ruangan.
        2. Termistor Pipa (Coil Sensor): Menempel pada pipa tembaga evaporator untuk mendeteksi suhu dingin pipa guna mencegah pembekuan (bunga es).

      Gejala Jika Termistor Udara Bermasalah:

      • AC tidak mau dingin karena kompresor tidak mendapatkan sinyal untuk menyala.
      • Unit indoor sering mati-nyala sendiri (error).
      • Muncul kode error tertentu pada remote (misalnya error C9 pada beberapa model Daikin yang merujuk pada gangguan sensor suhu udara masuk).
      • Lampu indikator pada unit indoor berkedip (blinking).

      Jika Anda menanyakan hal ini karena AC Anda mengalami kendala tidak dingin atau muncul kode error, memeriksa tahanan (hambatan/ohm) pada termistor ini adalah salah satu langkah awal yang biasanya dilakukan teknisi.

      Apakah Anda sedang mengalami kendala tertentu dengan unit AC Daikin 1 PK tersebut?

      Balas