AC DAIKIN Inverter

Oleh: | Update: | 2 Komentar | 3 menit baca
RANGKUMAN
AC DAIKIN Inverter adalah pilihan cerdas untuk pendinginan ruangan yang lebih hemat, cepat, dan akurat. Teknologi inverter memungkinkan pengaturan kecepatan kompresor, sehingga konsumsi listrik bisa lebih efisien hingga 60% dibandingkan AC konvensional. Dengan sistem regulasi suhu yang stabil, AC ini tidak mati-nyala, menjaga kenyamanan ruangan. Namun, pastikan daya listrik mencukupi dan pemasangan dilakukan oleh teknisi berpengalaman. Temukan lebih banyak tips dan kelebihan AC DAIKIN Inverter dalam artikel ini!

AC DAIKIN Inverter merupakan AC yang lagi naik daun saat ini dengan menggunakan teknologi Inverter. Kok bisa dikatakan naik daun? Jawabannya karena lebih hemat, lebih cepat, dan lebih akurat atau lebih simpelnya AC Inverter ini lebih “Pintar” dibanding AC Konvensional lainnya. Coba diperhatikan diagram dibawah ini:

Diagram diatas menunjukkan kemampuan AC Inverter DAIKIN mendinginkan ruangan dibandingkan AC type Non Inverter. Ternyata AC DAIKIN Inverter lebih stabil yaaa.. itu karena AC DAIKIN inverter lebih hemat, lebih cepat, dan lebih akurat dibanding Non Inverter.

Terus BTW (By the way) atau ngomong-ngomong, AC berteknologi Inverter itu seperti apa sih….?

INVERTER yang terdapat di dalam unit AC merupakan alat/komponen untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik. Disini INVERTERnya terdiri dari Rectivier dan Pulse-width modulator, dengan menggunakan INVERTER motor listrik menjadi variable speed, kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan. (iyangmulia)

Teknologi inverter sendiri sudah umum dipakai industri dalam proses produksi dengan tujuan “lebih cepat, lebih hemat dan lebih akurat” (tapi tentu saja harga lebih mahal). 3 (+1) Kelebihan tersebut juga berlaku pada AC inverter.

Bagaimana AC inverter bekerja?

AC inverter menggunakan kompresor dengan arus DC (Direct Current: arus searah), seperti arus listrik yang dihasilkan oleh batu baterai. Berbeda dengan kompresor dengan arus AC (Alternating Current: arus bolak balik) yang mempunyai kecepatan putaran motor yang konstant, motor DC kompresor mempunyai kecepatan putaran yang dapat diatur oleh seberapa besar arus listrik yang diberikan. Bayangkan mobil mainan, dengan baterai baru (arus listriknya kuat) akan ngebut, sementara jika baterainya sudah soak (arus listriknya lemah) jadi pelan.

Kata kunci yang kedua adalah regulasi (pengaturan), yaitu mengatur berapa arus listrik yang diberikan kepada kompresor.

Apa parameternya? Parameternya adalah perbedaan suhu, yaitu antara suhu ruangan yang sebenarnya dan suhu yang kita inginkan (suhu yang tertera di remote AC). Jika perbedaan suhunya besar, maka arus yang diberikan juga besar, supaya kompresor bekerja full power. Bahasa sederhananya, jika kamar belum dingin, ayo dinginkan secepat kamu bisa. Ini adalah kelebihan pertamanya yakni “Lebih Cepat”

Setelah beberapa saat suhu kamar turun (menjadi lebih dingin), sehingga perbedaan suhunya juga menjadi lebih kecil, maka arus menjadi lebih kecil, supaya kompresor bekerja slow down. Demikian seterusnya, pada akhirnya kompresor bekerja setengah hati dengan penggunaan arus listrik yang minimal. Ini kelebihan kedua “Lebih Hemat”

AC konvensional menggunakan thermostat untuk menjaga suhu kamar yang kita inginkan. Dalam arti, suhu yang di set sudah tercapai, maka kompresor mati. Setelah beberapa lama kamar menjadi kurang dingin, kompresor menyala kembali. Pada AC inverter dengan regulasinya, kompresor tidak pernah mati-nyala, suhu kamar lebih stabil. Kelebihan ketiga “Lebih Akurat”

Sehingga dibandingkan AC konvensional, type AC Inverter lebih hemat listrik ± 60% … wowww…

Tips untuk AC inverter:

  • Jenis Refrigerant yang digunakan R410A, saat ini lebih mahal 2-3x dari R22
  • Daya listrik rumah harus cukup besar, mengingat pada saat start AC Inverter justru wattnya besar. Besar diawal, sangat kecil di akhir
  • Teknis pemasangan agak berbeda dengan AC konvensional, jadi pastikan teknisi AC pernah atau sudah berpengalaman dengan AC inverter
  • Jangan pernah menyetel suhu pada remote 18ºC, sebab tagihan listrik akan membengkak. Set lah suhu pada 25 ºC dan bandingkan tagihan listrik dengan tetangga anda.
  • Jika tujuan anda adalah penghematan bayar listrik, maka AC inverter ini tidak cocok untuk kantor, restaurant, salon atau ruangan untuk kegiatan usaha yang beroperasi siang hari dengan lalu lintas orang keluar masuk ruangan yang terlalu sering.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan :

Photo of author

Dealer AC Daikin by CV. Astro

Hi sobat, Perkenalkan AC Daikin Team by CV. ASTRO. Kami merupakan salah satu dealer resmi AC Daikin di Bali. Menawarkan produk dan layanan berupa pengadaan unit, pemasangan, perawatan, dan perbaikan AC Daikin. Fast respon untuk konsultasi dan order, WhatsApp: 08-787878-2773

Tinggalkan Komentar


2 Komentar di “AC DAIKIN Inverter”

  1. Ac saya daikin inverter mengapa setelah saya reset remot malah suhu di ruangan tidak pernah tercapai terjadi perbedaan sekitar 2 derejat semisal diremot di setel 25 suhu ruangan mentok di 26.5 ato 27 saja ..mohon pencerahannya …

    Balas
    1. Kejadian suhu ruangan tidak mencapai angka yang tertera di remote setelah melakukan reset biasanya disebabkan oleh kembalinya pengaturan AC ke setelan pabrik (default), yang mungkin berbeda dengan setelan kenyamanan Anda sebelumnya. Pada unit Daikin Inverter, hal ini sering kali berkaitan dengan “logika” kerja mesin dalam menghemat energi.

      Berikut adalah beberapa penyebab dan cara mengatasinya:

      • Mode Operasi Berubah: Setelah remote direset, pastikan AC berada pada mode COOL (lambang kristal es). Jika tidak sengaja berpindah ke mode AUTO atau DRY, AC tidak akan fokus pada pendinginan maksimal melainkan pada efisiensi atau kelembapan, sehingga suhu setelan sering tidak tercapai secara presisi.
      • Kecepatan Kipas (Fan Speed) Kembali ke “Auto”: Setelah reset, kipas biasanya kembali ke setelan otomatis. Pada mode Inverter, jika kipas berputar terlalu pelan, distribusi udara dingin di ruangan menjadi tidak merata. Coba setel kecepatan kipas secara manual ke tingkat 3 atau maksimal untuk mempercepat pencapaian suhu.
      • Fitur Econo Aktif: Periksa apakah muncul lambang daun atau tulisan “Econo” di layar remote. Fitur ini membatasi konsumsi listrik maksimal kompresor. Jika beban panas di ruangan sedang tinggi, pembatasan ini membuat AC kesulitan menurunkan suhu ke angka yang presisi sesuai setelan.
      • Sensor Thermistor Terjebak Udara Panas: Sensor suhu pada unit indoor berada di bagian atas. Karena udara panas cenderung naik, sensor mungkin membaca suhu di dekat plafon sudah cukup dingin (misal 25), padahal di area bawah tempat Anda berada masih terasa 27.
      • Karakteristik Inverter: AC Inverter akan menurunkan putaran kompresor saat suhu mendekati target untuk hemat listrik. Terkadang, “titik keseimbangan” tercapai di selisih 1-2 derajat lebih tinggi dari setelan jika kapasitas pendinginan unit terlalu pas dengan luas ruangan.

      Langkah Penanganan yang Bisa Anda Coba:

      1. Setel Ulang Mode: Pastikan mode berada di Cool, bukan Auto.
      2. Matikan Fitur Hemat Energi: Pastikan mode Econo atau Outdoor Quiet dalam keadaan mati (off).
      3. Gunakan Mode Powerful: Tekan tombol Powerful selama 20 menit. Ini akan memaksa kompresor bekerja maksimal tanpa mempedulikan logika hemat energi untuk mencapai suhu target dengan cepat.
      4. Gunakan Selisih Suhu (Offset): Jika Anda ingin suhu ruangan benar-benar 25, coba turunkan setelan di remote ke 23 atau 24. Ini adalah cara praktis untuk mengimbangi selisih (gap) pembacaan sensor yang sering terjadi pada unit Inverter.

      Jika sebelumnya AC Anda bisa mencapai suhu 25 dengan tepat dan sekarang tidak bisa, ada kemungkinan unit outdoor perlu dicuci karena pelepasan panas yang tidak sempurna juga bisa menyebabkan kinerja Inverter menurun.

      Apakah saat ini hembusan udara dari unit indoor terasa sedingin biasanya atau terasa kurang menggigit?

      Balas