Pemasangan dan Instalasi Unit AC, Mau tahu caranya?

Oleh: | Update: | 18 Komentar | 3 menit baca
RANGKUMAN
Pemasangan AC DAIKIN memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kinerja optimal. Pertama, lokasi pemasangan harus bebas hambatan untuk sirkulasi udara. Kedua, jaringan kelistrikan harus sesuai dengan spesifikasi unit. Ketiga, pemipaan antara unit indoor dan outdoor harus tepat dan terisolasi. Selain itu, sistem drainase juga penting untuk mencegah kebocoran. Pemasangan sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional agar semua aspek teknis terpenuhi dengan baik. Temukan lebih banyak tips penting dalam artikel ini.

Berikut petikan pembicaraan kami (AC DAIKIN) dengan client via telepon di nomor 0361 8874586 beberapa waktu yang lalu….

AC DAIKIN: Selamat siang, dengan AC DAIKIN bisa dibantu

Client: Hallo,…..saya mau pesan 2 unit AC DAIKIN Inverter 2 PK  plus sekalian pemasangan berapa biayanya…?

AC DAIKIN: Bisa Ibu, kalau boleh tahu berapa pipa yang diperlukan?

Client: 10 m untuk 1 unit,…

AC DAIKIN: Mohon ditunggu sebentar,…

Client: OK,….

AC DAIKIN: Terima kasih atas kesediaannya untuk menunggu,…

beberapa menit kemudian…

AC DAIKIN: Halo Ibu, setelah kami hitung Harganya,… bla.bla.bla….

Client: Ok,.. bisa diturunin nggak harganya?

AC DAIKIN: Bisa Ibu, kami berikan diskon untuk unit AC nya saja sebesar bla,bla,bla…

Client: Jadinya berapa?

AC DAIKIN: Hmmm,.. setelah kami hitung dan kami diskon unitnya, jumlahnya sekarang menjadi,..bla,bla,bla Jadi Ibu mendapat diskon sebanyak Rp. xxx.xxxx

Client: Ok, saya setuju. Kapan bisa dikirim dan dipasang?

AC DAIKIN: Sekarang juga bisa Ibu,..

dst,…..

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah Bagaimana cara Pemasangan dan Instalasi Unit AC?

Disini kami hanya memberi gambaran saja dan tidak menganjurkan Anda untuk memasang AC sendiri karena teknik ini hanya bisa dilakukan oleh teknisi AC yang profesional dan berpengalaman. Untuk Pemasangan dan Instalasi unit AC, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

1. Mengenai lokasi dan situasi tempat pemasangan:

  • Tempat aliran udara (indoor/outdoor) harus bebas tidak ada hambatan untuk sirkulasi udaranya.
  • Tempat untuk pemeliharaan & service harus mudah dijangkau agar pada waktu maintenance lebih mudah.
  • Tempat memasang unit rata dan kerataan bisa diukur menggunakan waterphas.
  • Halangan atau gangguan sirkulasi udara (indoor/outdoor). Jarak pemasangan outdoor minimal 20 cm untuk bagian sisi kiri dan belakang, minimal 30 cm sisi kanannya. Dan 70 cm untuk sisi depan unit outdoor. Untuk indoor jarak pemasangan diindor minimal 10cm sisi atas, kiri dan kanan.
  • Gangguan lain terhadap pembuangan udara. Untuk indoor tidak boleh berdekatan dengan sumber panas dan dengan pintu keluar masuk.Dan oudoor tidak boleh ada benda apapun yang dapat menghalangi radiasi panas dari kondensor.
  • Getaran bisa dikurangi dengan menggunakan karet mounting yang biasanya sudah tersedia pada unitnya dan diupayakan untuk memasang ditempat yang dapat meminimalkan bunyi berisik dan getaran dan yang tidak mengganggu ketenangan tetangga.
  • Penampilan setelah pemasangan harusnya mengikuti ketentuan estetika interior dan eksterior ruangan.

2. Jaringan kelistrikan:

  • Ukuran kabel (tata letak peng-kabel-an) memakai ukuran kabel 1,5 mm, 2.5 mm, 4 mm dsb.
  • Tegangan dan frekuensi, tegangan normal 220 V dan frequensinya 50 Hz atau 60Hz untuk daerah tertentu.
  • Kekuatan hubungan pengkabelan.
  • Komponen/sarana pengaman (sistem grounding dan MCB) grounding fungsinya untuk membuang kebocoran arus yang terjadi dan MCB (Miniature Circuit Breaker) fungsinya untuk pemutus arus diukur dengan Ampere.
  • Kapasitas saklar dan fuse/sikring dianjurkan memakai stop kontak kaki tiga, dengan kwalitas yang baik.
  • Tegangan drop atau turun naik saat starting, tegangan drop bisa dinaikkan dengan memakai stabiliser.
  • Jaringan listrik khusus untuk pemasangan unit dan outlet-nya.

3. Pengerjaan hubungan pemipaan indoor dan outdoor unit:

  • Ukuran pipa (diameter) harus sesuai dengan standar unit AC

contoh untuk AC 1/5 sampai 1 PK memakai pipa 3/8″ dan 1/4″
untuk AC 1 1/5 dan 2 Pk memakai pipa 1/2″ dan 1/4″.

  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation) dengan menggunakan armaflek atau isolasi pembungkus pipa.
  • Getaran saat unit di jalankan pada outdoor menggunakan karet mounting.
  • Appearance/penampilan
  • Jumlah freon (tambah atau buang karena ada perubahan panjang pipa) dichek dengan menggunakan manifold dan pengukur ampere.
  • Periksa kebocoran gas dengan memakai leak detector atau busa sabun.
  • Pengaturan/instalasi oil trap harus dibuat setiap 5-7 meter dengan ketentuan posisi outdoor diatas dan indoor dibawah ataupun sebaliknya.
  • Gangguan terhadap jalur pemasangan pipa.

4. Pengerjaan sistem ducting (jika diperlukan)

  • Ukuran pipa (diameter)
  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation)
  • Getaran saat unit di jalankan
  • Suara dari sitem ducting yang di buat
  • Penampilan

5. Pengerjaan sitem pembuangan air (drainase)

  • Hubungan part/bagian sealing (anti bocor).
  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation).
  • Pengaturan jarak ujung saluran drainage dengan tempat pembuangan akhir (terutama saat musim hujan).
  • Meyakinkan, lancarnya air keluar dari evaporator (tuangkan segelas atau lebih air ke area evaporator).
  • Pemasangan pipa drainase harus menghadap kebawah.
  • Periksa sistem pembuangan jika terkena air hujan atau tetesan air lainnya.
  • Penampilan.

6. Hal-hal lain:

  • Akurasi proses air purging (buang angin) dengan memakai vaccum air.
  • Pembukaan service valve dan pengecekan tekanan freon , suction atau tekanan rendah 60-80 psi dan discharge/ tekanan tinggi 250-350 psi dan disesuaikan dengan pengukuran ampere.
  • Pengukuran Ampere disesuaikan dengan yang tertera pada pamflet unit dan disesuaikan dengan tekanan freon.
  • Cara pengoperasian AC yang baik dan benar bisa dibaca pada buku petunjuk pemakaian.
  • Pengukuran temperature udara antara intake atau udara yang tersedot unit indoor dan discharge suhu atau yang keluar perbedaannya lebih dari 8 derajat celcius.

source: electronicglobal

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.1 / 5. Vote count: 14

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan :

Photo of author

Dealer AC Daikin by CV. Astro

Hi sobat, Perkenalkan AC Daikin Team by CV. ASTRO. Kami merupakan salah satu dealer resmi AC Daikin di Bali. Menawarkan produk dan layanan berupa pengadaan unit, pemasangan, perawatan, dan perbaikan AC Daikin. Fast respon untuk konsultasi dan order, WhatsApp: 08-787878-2773

Tinggalkan Komentar


18 Komentar di “Pemasangan dan Instalasi Unit AC, Mau tahu caranya?”

  1. selamat malam Gan,
    numpang nanya apakah ada ukuran standar untuk pipa drain untuk ac split duct 6 pk dan 10 pk. mohon bisa dibantu terima kasih

    Balas
    1. Selamat malam! Untuk unit AC kapasitas besar seperti Split Duct 6 PK dan 10 PK, pemilihan ukuran pipa drain (pembuangan air kondensat) sangat krusial karena volume air yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan AC Split biasa.

      Berikut adalah ukuran standar yang umum digunakan dalam instalasi teknis:

      • AC Split Duct 6 PK: Standar minimal menggunakan pipa PVC diameter 1 inci (DN 25). Beberapa kontraktor terkadang menggunakan 1-1/4 inci untuk jalur yang sangat panjang guna menghindari penyumbatan lendir di kemudian hari.
      • AC Split Duct 10 PK: Standar minimal menggunakan pipa PVC diameter 1-1/4 inci (DN 32). Sangat disarankan menggunakan ukuran 1-1/2 inci (DN 40) jika jalur pembuangan digabungkan dengan unit lain atau memiliki banyak belokan.

      Beberapa aturan penting dalam pemasangan drain AC Duct:

      1. Kemiringan (Slope): Pastikan pipa memiliki kemiringan minimal 1% hingga 2% (turun 1-2 cm setiap panjang 1 meter pipa) agar air mengalir lancar berdasarkan gaya gravitasi.
      2. Pemasangan U-Trap (P-Trap): Ini wajib untuk AC tipe Duct. Karena tekanan udara di dalam unit indoor sangat kuat, tanpa U-trap, udara bisa “menyedot” air kembali ke dalam atau menahan air sehingga tidak bisa keluar (trap), yang berujung pada kebocoran di plafon.
      3. Isolasi Pipa (Insulation): Pipa drain wajib dibungkus dengan isolasi (seperti Armaflex atau Aeroflex) di sepanjang jalur pipa yang berada di atas plafon. Tujuannya untuk mencegah “sweating” atau kondensasi pada permukaan luar pipa yang bisa menyebabkan plafon basah dan berjamur.
      4. Lubang Ventilasi (Air Vent): Pasang pipa ventilasi udara (Tee-joint yang terbuka ke atas) setelah U-trap untuk memastikan aliran air stabil dan tidak terjadi air bind atau hambatan udara di dalam pipa.

      Gunakan pipa PVC tipe AW (tebal) agar lebih tahan lama dan tidak mudah melengkung karena beban air atau suhu ruangan plafon yang panas.

      Apakah instalasi pipa drain Anda akan langsung menuju saluran pembuangan akhir atau digabung dengan unit lainnya?

      Balas
    1. Pada dasarnya, sebagian besar unit AC Inverter (terutama merek Daikin) dirancang agar kabel power supply utama masuk melalui unit Outdoor, baru kemudian diteruskan ke unit Indoor. Jika pemasangan kabel power dari PLN dipaksa masuk melalui unit Indoor, ada beberapa risiko dan konsekuensi teknis yang perlu diperhatikan:

      • Munculnya Kode Error (U4/UA): AC Inverter sangat bergantung pada komunikasi data antara unit indoor dan outdoor. Jika instalasi kabel tidak sesuai skema standar, modul PCB seringkali gagal melakukan sinkronisasi, sehingga unit akan mati secara otomatis dan memunculkan kode error komunikasi.
      • Beban Kabel yang Tidak Sesuai: Kabel penghubung (kabel interconnect) antara indoor dan outdoor pada AC Inverter biasanya berukuran lebih kecil karena fungsinya hanya untuk data dan daya rendah. Jika kabel ini dipaksa menyalurkan arus utama untuk menghidupkan kompresor di outdoor, kabel bisa menjadi panas, meleleh, atau bahkan memicu kebakaran (korsleting).
      • Kerusakan Modul PCB: Unit outdoor pada AC Inverter memiliki modul daya yang kompleks. Dengan memindahkan jalur masuk listrik ke indoor, sistem proteksi lonjakan arus (surge protector) yang biasanya ada di titik masuk utama outdoor mungkin tidak berfungsi optimal untuk melindungi komponen vital lainnya.
      • Gugurnya Garansi Resmi: Pihak produsen seperti Daikin mensyaratkan instalasi sesuai dengan buku manual. Mengubah jalur kabel power secara sengaja dianggap sebagai modifikasi yang dapat membatalkan garansi jika terjadi kerusakan pada modul PCB atau kompresor di kemudian hari.
      • Efisiensi Daya Berkurang: Salah satu keunggulan Inverter adalah manajemen daya yang efisien di unit outdoor. Mengubah jalur kelistrikan bisa menyebabkan pembacaan arus oleh sensor pada PCB menjadi tidak akurat, yang berdampak pada kinerja inverter yang tidak stabil.

      Saran untuk Keamanan:

      1. Ikuti Manual Pemasangan: Sangat disarankan untuk tetap mengikuti instruksi pabrikan, yaitu menarik kabel power utama dari PLN langsung menuju terminal di unit outdoor.
      2. Gunakan Ukuran Kabel yang Tepat: Pastikan kabel power menggunakan ukuran minimal 3×2.5mm (untuk AC besar) atau sesuai rekomendasi kapasitas PK, dan pastikan kabel grounding (bumi) terpasang dengan benar.
      3. Konsultasi dengan Teknisi Ahli: Jika posisi colokan PLN di rumah Anda hanya tersedia di dekat unit indoor, mintalah teknisi untuk menarik kabel eksternal menuju outdoor dengan rapi menggunakan pipa pelindung, daripada mengubah jalur internal mesin.

      Kesimpulannya, memaksakan kabel power masuk ke indoor pada unit inverter sangat berisiko merusak komponen elektronik yang mahal. Apakah saat ini AC Anda sudah terlanjur dipasang seperti itu atau baru dalam tahap perencanaan instalasi?

      Balas
    1. Secara umum, unit outdoor AC baru (terutama merek seperti Daikin, Panasonic, atau Samsung) sudah diisi refrigran (freon) dari pabrik yang cukup untuk panjang pipa standar 5 hingga 7,5 meter.

      Berikut adalah rincian lebih detail untuk dijadikan acuan:

      • Standar Umum: Kebanyakan AC split kapasitas 0,5 PK sampai 1,5 PK sudah memiliki isi freon yang cukup untuk pipa sepanjang 7 meter tanpa perlu tambah freon lagi.
      • Pipa Minimum: Sangat disarankan panjang pipa minimal adalah 3 meter. Jika pipa terlalu pendek (kurang dari 3m), bisa menyebabkan suara berisik (turbulensi freon) dan getaran pada unit indoor.
      • Jika Pipa Lebih Panjang: Jika instalasi pipa Anda melebihi batas pre-charge pabrik (misalnya menggunakan pipa 10 meter sementara kapasitas pabrik hanya untuk 7 meter), maka teknisi wajib menambah freon sesuai dengan berat yang tertera di buku manual (biasanya sekitar 10-20 gram per meter tambahan).

      Tips untuk Pemasangan Baru:

      1. Cek Tabel Spesifikasi: Pada bodi unit outdoor biasanya terdapat label yang mencantumkan “Refrigerant Charge” dan keterangan panjang pipa maksimum tanpa penambahan freon (Chargeless Pipe Length).
      2. Proses Vakum: Meskipun freon sudah ada di outdoor, proses vakum pipa wajib dilakukan untuk membuang udara dan uap air di dalam jalur pipa sebelum freon dibuka dari outdoor. Jangan lakukan “flushing” manual menggunakan gas freon karena akan mengurangi takaran asli pabrik.
      3. Sesuaikan Panjang Pipa: Jika pipa Anda sangat panjang (misal di atas 15-20 meter), selain menambah freon, teknisi juga harus memastikan ukuran kabel komunikasi tidak mengalami penurunan tegangan.

      Jadi, jika pipa Anda saat ini berada di kisaran 3 hingga 7 meter, Anda tidak perlu khawatir tentang penambahan biaya freon karena cadangan di dalam mesin sudah mencukupi.

      Apakah Anda berencana memasang AC dengan jalur pipa yang cukup jauh atau naik ke lantai atas?

      Balas
    1. Penggunaan stop kontak 3 kaki (steker kaki tiga) pada AC 2 PK sebenarnya boleh secara teknis, namun sangat tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang demi keamanan kelistrikan rumah Anda.

      Berikut adalah beberapa alasan teknis mengapa AC kapasitas besar seperti 2 PK memerlukan perhatian khusus pada koneksinya:

      • Beban Arus yang Tinggi: AC 2 PK rata-rata mengonsumsi daya sekitar 1.500 hingga 1.900 Watt. Dengan tegangan 220V, arus yang mengalir berada di kisaran 7 hingga 9 Ampere secara terus-menerus. Stop kontak biasa seringkali tidak kuat menahan beban panas yang dihasilkan oleh arus sebesar ini dalam waktu lama.
      • Risiko Soket Meleleh: Jika kualitas stop kontak atau stekernya kurang baik (kandungan kuningan rendah), maka akan terjadi panas berlebih (overheat) pada titik kontak. Hal ini sering mengakibatkan plastik stop kontak meleleh, gosong, atau bahkan memicu percikan api.
      • Kerapuhan Sambungan: Seiring waktu, pegas di dalam stop kontak bisa melonggar. Sambungan yang longgar (kendor) akan menciptakan “ngepong” atau loncatan bunga api kecil yang sangat berbahaya bagi modul elektronik AC (terutama tipe Inverter).

      Rekomendasi Terbaik untuk AC 2 PK:

      1. Gunakan MCB Dedicated (Sambungan Langsung): Cara paling aman adalah menyambung kabel AC langsung ke jalur utama menggunakan MCB (Miniature Circuit Breaker) tersendiri di dalam box panel atau dekat unit. Ini menghilangkan risiko panas pada steker.
      2. Gunakan Saklar Isolator (Isolator Switch): Untuk AC kapasitas besar, teknisi biasanya menyarankan penggunaan saklar industri (Isolator) yang memang dirancang untuk memutus arus besar secara aman.
      3. Gunakan Stop Kontak Kualitas Industri (Kaki 3 Besar): Jika tetap ingin memakai stop kontak, pastikan menggunakan tipe Industrial Plug atau stop kontak 16 Ampere yang memiliki standar SNI tinggi dan material yang tahan panas (keramik atau plastik tahan api).
      4. Pastikan Grounding Terpasang: Pin ketiga (kaki ketiga) berfungsi sebagai grounding. Pastikan kabel arde di rumah Anda benar-benar terhubung agar tidak ada setrum induksi pada bodi AC.

      Kesimpulan: Jika Anda memaksakan menggunakan stop kontak 3 kaki biasa (tipe rumahan standar), pastikan Anda rutin mengecek kondisi steker setiap 3-6 bulan. Jika terlihat tanda-tanda kecokelatan atau plastik mulai mengeras/berubah warna, segera ganti dengan sambungan MCB permanen demi mencegah kebakaran.

      Apakah saat ini stop kontak AC Anda terasa panas saat AC sedang beroperasi?

      Balas
  2. Dear Team Daikin ,mohon info apabila instalasi pipa menggunakan pipa ac lama yang terpasang apakah apabila ada kerusakan pihak daikin tetap memberikan warranty unit ,terimakasih.

    Balas
    1. Halo Pak. Ini pertanyaan yang sangat penting dan krusial.

      Jawaban tegasnya: Sangat Tidak Disarankan. Jika Bapak tetap menggunakan pipa lama, Garansi Unit (terutama Kompresor) bisa HANGUS/VOID apabila terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh pipa lama tersebut.

      Penjelasannya begini Pak:

      1. Garansi resmi Daikin (dan semua merek AC) hanya mencakup “cacat produksi” (kerusakan dari pabrik).
      2. Garansi TIDAK mencakup kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan instalasi atau penggunaan material yang tidak sesuai standar (termasuk pipa bekas).

      Risiko Terbesar Pipa Lama adalah KONTAMINASI OLI:

      Pipa AC lama (terutama jika bekas AC freon R22 atau R410A) pasti masih memiliki sisa-sisa oli kompresor lama (jenis Oli Mineral).

      Sedangkan AC Inverter baru (terutama Daikin R32) menggunakan jenis oli yang berbeda (Oli Sintetis).

      Jika kedua jenis oli ini tercampur di dalam sistem, mereka akan bereaksi kimia dan membentuk “lumpur” (sludge). Lumpur ini perlahan akan menyumbat jalur pipa kapiler/katup ekspansi dan merusak Kompresor Inverter Bapak.

      Nantinya, jika kompresor Bapak rusak (misalnya dalam 1 tahun) dan teknisi resmi Daikin datang untuk klaim garansi, mereka akan mengecek sistem. Jika mereka menemukan adanya kontaminasi oli lama, maka klaim garansi Bapak pasti akan ditolak.

      Biaya penggantian kompresor inverter itu sangat mahal, bisa 60-70% dari harga unit baru. Jauh lebih aman dan murah untuk sekalian memasang pipa baru yang bersih dan sesuai standar.

      Terima kasih.

      Balas
    1. Secara umum, sudah cukup, Pak.

      Untuk AC 1/2 PK, konsumsi listriknya biasanya di bawah 400 Watt, yang berarti arusnya hanya sekitar 1.8 Ampere. Kabel ukuran 2×1.5mm² mampu menangani arus hingga sekitar 15 Ampere dengan aman untuk instalasi di dalam pipa.

      Jadi, dari segi keamanan, kabel 2×1.5mm² sangat memadai untuk jalur dari unit indoor ke outdoor AC 1/2 PK.

      Balas
  3. Mau tanya jarak maximum pipa horizontal dan beda tinggi maximum (vertikal) antara indoor dengan outdoor untuk AC split wall 2 pk

    Balas
    1. Tentu, ini adalah panduan umum untuk jarak instalasi pipa AC split 2 PK. Perlu diingat bahwa angka ini bisa sedikit berbeda tergantung merek dan model spesifik AC-nya (misalnya Daikin, Panasonic, LG, dll), terutama antara tipe standar dan inverter.

      Secara umum, batas maksimalnya adalah sebagai berikut:

      • Jarak Pipa Horizontal (Panjang Maksimal): Biasanya berada di kisaran 20 hingga 30 meter.
      • Beda Tinggi Vertikal (Tinggi Maksimal): Biasanya antara 10 hingga 15 meter, dengan unit outdoor bisa berada di posisi lebih tinggi ataupun lebih rendah dari unit indoor.

      HAL PENTING YANG WAJIB DIPERHATIKAN:

      • Periksa Buku Manual: Angka paling akurat dan wajib diikuti adalah yang tertera pada buku manual atau spesifikasi teknis dari unit AC yang Anda beli. Ini adalah sumber informasi terbaik dan menjadi acuan garansi.
      • Penambahan Refrigerant (Freon): Ini sangat krusial. Hampir semua merek AC mewajibkan penambahan freon jika panjang pipa instalasi melebihi panjang standar mereka (biasanya di atas 7.5 atau 10 meter). Aturan penambahannya (misalnya: 20 gram per meter tambahan) akan tertera di buku manual. Jika freon tidak ditambah, AC dijamin tidak akan dingin maksimal.
      • Efisiensi Menurun: Semakin panjang dan berliku pipa instalasi, semakin berat kerja kompresor. Ini bisa mengurangi efisiensi pendinginan dan sedikit meningkatkan konsumsi listrik. Selalu usahakan jarak sependek dan selurus mungkin.

      Sangat disarankan untuk mendiskusikan rencana penempatan unit indoor dan outdoor dengan teknisi instalasi Anda. Teknisi yang berpengalaman akan tahu spesifikasi ini dan memastikan pemasangan dilakukan dengan benar agar kinerja AC optimal dan awet.

      Balas
  4. saya berencana membuat ac daikin menjadi ruang pendingin temperatur 2 sd 8 derajat celcius dengan capasitas pendingin 8871 btu/h minta referensi masukan ya terima kasih sebelumnya

    Balas
    1. Terima kasih atas pertanyaannya. Mengenai rencana Anda, ada beberapa hal mendasar yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

      Secara singkat: Menggunakan AC Daikin standar (bahkan yang 8871 BTU/h atau sekitar 1 PK) untuk membuat ruang pendingin dengan target suhu 2°C hingga 8°C adalah TIDAK DISARANKAN dan sangat berisiko merusak unit AC tersebut.

      Berikut adalah alasan teknisnya:

      • Perbedaan Desain Fundamental: AC (Air Conditioner) dirancang untuk comfort cooling, yaitu mendinginkan ruangan ke suhu nyaman bagi manusia, umumnya paling rendah di 16-18°C. Sedangkan mesin untuk cold room/chiller (2-8°C) dirancang untuk preservation cooling (mengawetkan). Komponen keduanya sangat berbeda.
      • Risiko Pembekuan Es (Frosting): Saat Anda memaksa AC bekerja untuk mencapai suhu di bawah 15°C, kelembapan udara yang menempel di evaporator (unit indoor) akan membeku menjadi lapisan es tebal. Es ini akan menyumbat aliran udara, dan proses pendinginan justru akan berhenti total.
      • Kerusakan Fatal pada Kompresor: Kompresor AC tidak dirancang untuk beroperasi pada tekanan dan suhu serendah itu. Memaksanya bekerja akan menyebabkan oli pelumas tidak bersirkulasi dengan baik dan risiko cairan freon kembali ke kompresor. Ini dapat menyebabkan kerusakan fatal (jebol) pada kompresor, yang merupakan komponen termahal dari AC.
      • Target Suhu Tidak Akan Tercapai: Bahkan jika AC terus-menerus hidup, kemungkinannya sangat kecil untuk bisa mencapai dan mempertahankan suhu stabil di 2-8°C. Unit akan bekerja tanpa henti, sangat boros listrik, dan cepat rusak.

      Solusi yang Tepat (Referensi):

      Untuk membuat ruangan dengan suhu 2-8°C, Anda memerlukan sistem pendingin khusus yang disebut Condensing Unit dan Evaporator untuk aplikasi chiller atau cold room.

      • Mesin Khusus: Mesin ini memang dirancang untuk bekerja di suhu rendah dan memiliki sistem defrost (pencairan es) otomatis untuk mencegah pembekuan pada evaporator.
      • Isolasi Ruangan (Insulasi): Ruangan harus diisolasi dengan baik menggunakan material seperti panel polyurethane (PU) dengan ketebalan minimal 5-10 cm untuk dinding, lantai, dan atap. Pintu khusus cold room juga wajib digunakan untuk mencegah hawa dingin keluar dan hawa panas masuk. Tanpa insulasi yang proper, mesin sebesar apapun akan bekerja sia-sia.

      Kesimpulan: Menjadikan AC biasa sebagai mesin chiller adalah ide yang tidak akan berhasil dan justru akan menimbulkan biaya lebih besar karena kerusakan. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan perusahaan atau teknisi spesialis tata udara (HVAC) yang berpengalaman dalam membangun cold room untuk mendapatkan perhitungan kapasitas mesin dan desain ruangan yang tepat.

      Balas
    1. Halo! Pertanyaan yang bagus sekali.

      Secara umum, posisi unit outdoor AC sebaiknya lebih rendah atau sejajar dengan unit indoor. Jarang sekali disarankan untuk memasang unit outdoor lebih tinggi dari unit indoor, meskipun secara teknis masih bisa dilakukan dengan beberapa syarat.

      Berikut alasannya:

      • Aliran Oli Kompresor: Kompresor AC membutuhkan oli untuk pelumasan. Jika unit outdoor dipasang jauh lebih tinggi, oli dapat kesulitan untuk kembali ke kompresor. Ini berisiko merusak kompresor dalam jangka panjang.
      • Kinerja Pendinginan: Posisi outdoor yang lebih rendah atau sejajar membantu sirkulasi refrigeran (freon) menjadi lebih lancar dan efisien, sehingga proses pendinginan bisa lebih optimal.
      • Beban Kerja Kompresor: Menempatkan unit outdoor lebih tinggi memaksa kompresor bekerja lebih keras untuk memompa refrigeran ke atas. Ini bisa meningkatkan konsumsi listrik.

      Pengecualian:

      Jika terpaksa memasang unit outdoor lebih tinggi (misalnya karena keterbatasan ruang), biasanya teknisi akan membuat “perangkap oli” atau oil trap pada pipa instalasi. Ini adalah lengkungan pada pipa yang berfungsi untuk menampung oli sementara agar bisa kembali turun ke kompresor.

      Kesimpulan sederhananya: Usahakan posisi outdoor sejajar atau sedikit lebih rendah dari indoor untuk performa terbaik dan keawetan AC. Selalu konsultasikan dengan teknisi AC profesional saat instalasi, ya.

      Semoga membantu!

      Balas